Penjelasan Tentang Manajemen Konstruksi dan istilah 5W+1H
Nama : Cita Santuni
Nim : 2019D1B131
Kelas : 5E
MANAJEMEN KONSTRUKSI
1. Beri uraian dan penjelasan rinci tentang pengertian manajemen konstruksi?
Manajemen
konstruksi adalah bagaimana sumber daya yang terlibat dalam proyek dapat
diaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi dikelompokkan
dalam 5M (manpower, material, mechines, money and method). Manajemen telah
banyak disebut sebagai “seni untuk merealisasikan pekerjaan melalui orang
lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan
organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan
yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan
itu sendiri.
manajemen konstruksi itu sendiri menurut Soehendradjati, (1987) adalah kelompok yang menjalankan fungsi manajemen dalam proses konstruksi (tahap pelaksanaan), suatu fungsi yang akan terjadi dalam setiap proyek konstruksi, Manajemen proyek konstruksi adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan dan penerapan) secara sistimatis pada suatu proyek dengan menggunkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Manajemen Konstruksi meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. manajemen material dan manjemen tenaga kerja yang akan lebih ditekankan. Hal itu dikarenakan manajemen perencanaan berperan hanya 20% dan sisanya manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian biaya dan waktu proyek.
Manajemen
memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut
memberikan kenyataan bahwa manajemen berutama mengelola sumber daya manusia,
bukan material atau finansial. We are managing human resources. Selain
manajemen mencakup fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan),
pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusun
personalia (penarikan, seleksi, pengembangan pemberian kompensasi dan penilaian
prestasi kerja), pengarahan (motivasai, kepemimpinan, integritas, dan
pengelolaan konflik) dan pengawasan.
Fungsi dari manajemen konstruksi
- Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan
- Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan mengatasi kendala terbatasnya waktupelaksanaan
- Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai, hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan
- Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan
- Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sistem informasi yang baikuntuk menganalisis performa dilapangan
Tujuan
Manajemen Konstruksi
Tujuan
Manajemen Konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan
pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan
persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu
diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu
pelaksanaan Dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengawasan
mutu (Quality Control) pengawasan biaya (Cost Control) dan pengawasan
waktu pelaksanaan (Time Control).
Peranan
Manajemen Konstruksi
Peranan
Manajemen Konstruksi pada tahapan proyek konstruksi dapat dibagi menjadi :
a. Agency
Construction Manajement (ACM)
Pada sistim ini
konsultan manajemen konstruksi mendapat tugas dari pihak pemilik dan berfungsi
sebagai koordinator “penghubung” (interface) antara perancangan dan pelaksanaan
serta antar para kontraktor. Konsultan MK dapat mulai dilibatkan mulai dari
fase perencanaan tetapi tidak menjamin waktu penyelesaian proyek, biaya total
serta mutu bangunan. Pihak pemilik mengadakan ikatan kontrak langsung dengan
beberapa kontraktor sesuai dengan paket-paket
pekerjaan yang telah disiapkan.
a. Extended
Service Construction Manajemen (ESCM)
Jasa konsultan MK
dapat diberikan oleh pihak perencana atau pihak kontraktor. Apabila perencana
melakukan jasa Manajemen Konstruksi, akan terjadi “konflik-kepentingan” karena
peninjauan terhadap proses perancangan tersebut dilakukan oleh konsultan perencana
itu sendiri, sehingga hal ini akan menjadi suatu kelemahan pada sistim ini Pada
type yang lain kemungkinan melakukan jasa Manajemen Konstruksi berdasarkan
permintaan Pemilik ESCM/ KONTRAKTOR.
b. Owner
Construction Management (OCM)
Dalam hal ini
pemilik mengembangkan bagian manajemen konstruksi profesional yang
bertanggungjawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan
a. Owner Construction Management (OCM)
Dalam hal ini pemilik mengembangkan
bagian manajemen konstruksi profesional yang bertanggungjawab terhadap
manajemen proyek yang dilaksanakan
b. Guaranted
Maximum Price Construction Management (GMPCM)
Konsultan ini bertindak lebih kearah
kontraktor umum daripada sebagai wakil pemilik. Disini konsultan GMPCM tidak
melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggungjawab kepada pemilik mengenai
waktu, biaya dan mutu. Jadi dalam Surat Perjanjian Kerja/ Kontrak konsultan
GMPCM tipe ini bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor (sub
kontraktor).
tugas manajemen konstruksi adalah
- Mengawasi proses pekerjaan di lapangan dan memastikan pelaksanaan kerja sesuai dengan metode konstruksi yang benar
- Meminta penjelasan pekerjaan dan laporan progres dari kontraktor secara tertulis
- Manajemen konstruksi berhak untuk menegur atau bahkan menghentikan proses pekerjaan bila tidak sesuai dengan yang telah ditentukan
- Melakukan rapat rutin (mingguan dan bulanan) dan melibatkan konsultan perencana, wakil owner, dan kontraktor dalam rapat tersebut
- Bertanggungjawab langsung kepada owner atau wakilnya dalam menyampaikan informasi progres pekerjaan proyek
- Bertanggungjawab dalam pengesahaan material yang akan digunakan dalam proyek
- Mengelola, mengarahkan, dan mengkoordinasi pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor dalam aspek mutu dan waktu
- Bertanggungjawab dalam pengesahan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor
- Melakukan pemeriksaan pada shop drawing dari kontraktor sebelum dilakukan pelaksanaan pekerjaan
- Memastikan metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar sesuai dengan syarat K3LMP (kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan, mutu, dan pengamanan)
- Bertanggungjawab dalam memberikan instruksi tertulis jika ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempercepat jadwal namun tidak disebutkan dalam kontrak
2. Dalam
manajemen konstruksi kita mengenal istilah 5W+1H, beri penjelasan detail
tentang hal tersebut?
Dalam
manajemen konstruksi kita mengenal istilah 5W+1H, beri penjelasan detail
tentang hal tersebut?
Metode 5W1H populer, sederhana dan
mudah digunakan. teknik ini dapat digunakan dalam berbagai situasi. Berikut ini
beberapa contohnya. metode bertanya atau metode Lima W, 5W1H adalah akronim
atau singkatan dari cgkata di mana setiap huruf sesuai dengan pertanyaan: apa
(What), siapa (Who), dimana (Where), kapan (When), mengapa (Why) dan Bagaimana
(How). Metode pertanyaan ini adalah alat yang berguna untuk mendefinisikan
semua aspek proyek dari Project Management sebelum memulai.
What:
- Apa yang akan dilakukan atau dikerjakan.?
- Apa proyek yang akan dikerjakan?
- Apa tujuan dari terlaksananya proyek tersebut?
- Dana sumber yang di dapat.?
- Dana apa yang. Sdm.
- Sarana dan prasarana agar tercapai.?
Where:
- Dimana proyek akan berlangsung?
- Berpegang kepada aspekbilitas (kemampuan untuk menyelesaiakan diri).
- Tersedianya tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan guna menjamin kelancaran tugas.
When:
- Kapan kita melakukan tugas?
- Kapan tanggal pengirimannya?
- Kapan pekerjaan proyek itu akan dimulai?
- Berapa lama itu bertahan lama?
- Kemampuan untuk mengelola waktu.
- Memilih waktu yang tepat untuk mengisi waktu yang luang.
Who
- Siapa yang Menganalisis kebutuhan tenaga kerja baik kuantitatif maupun kwlalitatif.
- Siapa kliennya? Siapa penggunanya? Siapa anggota tim nya?
- Pola pembinaan karier.
- Kebijaksanaan didalam pengolahan dan pengajian.
- Metode dan teknik tentang pengadaan tenaga kerja yang akan dilaksanakan.
Why
- Rencana itu harus mempermudah suatu pekerjaan sehingga mudah dilaksanakan.
- Rencana itu harus mempunyai rincian yang cermat.
- Mengapa proyek ini dimulai?
- Bagaimana sarana keuangan, SDM dan teknis apa yang telah disiapkan untuk membuat proyek?



Komentar
Posting Komentar